Sinergi “Dua Wali” Dalam Pendidikan Anak

SINERGI “DUA WALI” DALAM PENDIDIKAN ANAK

Oleh : Kantuningsih, S.Pd.AUD Kepala TKIT Baitussalam Prambanan

Ketika kita mendengar kata pendidikan maka yang terlintas di pikiran kita adalah guru sebagai  seorang pendidik dan wali kelas. Padahal didalam islam pendidikan adalah menjadi tanggungjawab orang tua. Di sinilah kita harus memahami secara benar, betapa besar peranan orang tua terhadap anak. Orang tua memiliki tanggung jawab membentuk keimanan dan karakter anak. Dalam Islam, orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anak mereka saat mereka tidur, apalagi saat mereka terjaga, mereka keluar rumah, bergaul dengan lingkungannya. Ketika orang tua masih hidup, sang anak akan menjadi hiburan, kebahagiaan dan penyejuk hati. Dan ketika orang tua sudah meninggal dunia, maka anak-anak yang shalih senantiasa akan mendoakan, beristighfar dan bershadaqah untuk orang tua mereka.

Rumah kedua bagi anak adalah sekolah. Dimana sekolah adalah tempat yang dipercaya orang tua, untuk anaknya belajar dan menuntut ilmu, serta mengembangkan potensi yang dimiliki, selain itu anak bisa mendapatkan pengalaman baru, teman baru dan juga salah satu proses mempersiapkan kelangsungan hidup yang matang dimasa yang akan datang yang kelak akan dijalani oleh seorang anak. Orang tua memiliki peranan penting dalam mendukung peran sekolah karena tanpa dukungan dari orang tua yang dalam hal ini adalah elemen masyarakat, sekolah akan kesulitan dalam usahanya meningkatkan kwalitas pendidikan yang diharapkan.

Hal-hal apa saja yang dilakukan orang tua dalam upaya membantu meningkatkan kwalitas pendidikan, secara psikologis peran dan kasih sayang orang tua turut serta mendukung fisik dan mental anak. Menurut Nena Mawar Sari P.Si, semakin baik dan positif sikap ibu dan ayah tehadap anak, maka akan semakin baik pula kondisi fisik dan psikis anak dalam menghadapi hari-harinya disekolah. Contoh sederhana dalam rangka mendukung fisik dan mental anak adalah  menyiapkan sarapan yang bergizi, fasilitas pendidikan anak dan motivasi atau support sehingga anak akan lebih siap dan semangat menghadapi kegiatan setiap harinya disekolah. Kita kaitkan dengan motivasi anak untuk belajar dan berangkat kesekolah, bahwa anak akan merasa semangat ketika dalam keadaan “fit” atau sehat, karena dalam dunianya, anak-anak lebih sering bermain dan bergembira yang tentunya dalam keadaan sehat. Oleh karenanya, motivasi dan kasih sayang orang tua juga adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan anak terutama sehingga anak dapat melakukan hal-hal yang disenanginya termasuk belajar bersama teman dan gurunya disekolah.

Selain itu perlunya kesepahaman dan kesinambungan di rumah dalam proses penanaman karakter anak dan konsep pendidikan di sekolah.Tanpa sinergi keduanya akan terjadi ketimpangan dalam pendidikan anak. Dengan adanya sinergi dua wali yaitu wali kelas dan wali murid (orang tua) maka akan terbangun sebuah  kekompakan, kesepahaman dan kesinambungan antara konsep pendidikan di rumah dan di sekolah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*