Semua Anak Itu Dilahirkan Cerdas

SEMUA ANAK ITU DILAHIRKAN CERDAS

Oleh: Kantuningsih, S.Pd.AUD Kepala TKIT Baitussalam Prambanan Sleman

            Dulu orangtua tidak tahu menahu tentang tentang urusan sekolah anaknya. Sekarang jaman sudah berubah , bukan saja anaknya yang sekolah, orangtuapun ikut sekolah, ikut belajar materi-materi sekolah, ikut bantuin ngerjain PR nya lah, mondar-mandir nganter les kesana sini lah, atau hal-lain urusan sekolah. Bahkan ketika ujian tiba, anaknya yang sekolah saja santai , eh emaknya yang uring-uringan luar biasa. Ketika hasil ujian tidak sesuai harapan, maka segala macam hukuman dikeluarkan mulai dari tidak boleh main, soal latihan makin ditambah, kata-kata verbal hingga sampai hukuman fisik. Masya Alloh, orang tua kadang lebih khawatir ketika anaknya tidak bisa berhitung daripada anaknya tidak mampu bersabar dalam antrian.

            Ketika hal tersebut dibiarkan maka anak bukan semakin melejit kecerdasannya, namun anak mengalami kejenuhan sehingga protes anak bisa diwujudkan dalam banyak hal diantaranya adalah  kenakalan remaja. Ada beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan dalam rangka menyikapi kecerdasan  anak yaitu ;

            Pertama kecerdasan itu bersifat relatif dan majemuk. Jadi setiap anak itu  hebat, hanya saja hebat  dalam hal apa. Menurut Prof.Dr Howard Gardner menyebutkan 9 kecerdasan majemuk yaitu kecerdasan linguistik, matematis-logis, visual-spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, naturalis dan eksistensial. Bahwa di dalam diri anak terdapat berbagai macam kecerdasan, namun kecerdasan tersebut ada yang bersifat didominan dan tidak dominan.

            Kedua, jangan bandingkan kemampuan anak dengan kemampuan anak lain, tapi bandingkan dengan kemampuan anak itu dengan dirinya sendiri pada tahapan perkembangan sebelumnya. Setiap anak mempunyai dominasi kecerdasan yang berbeda-beda jadi tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain. Sering kali kita mendengar cerita fabel yang mengisahkan dalam sebuah sekolah dihutan terdapat singa, monyet, ikan dan burung. Di sekolah tersebut diadakan lomba berenang. Maka bisa dipastikan pemenangnnya adalah ikan. Tapi bukan berarti si monyet tidak cerdas, tapi kecerdasan monyet dalam urusan memanjat.

            Ketiga , fokuslah pada kelebihannya, jangan fokus pada kekurangan anak. Fokus pada kekurangan anak justru sangat tidak efektif dan efisien karena berkutat pada kekurangan justru membuat anak menjadi putus asa, merasa bodoh dan tidak bisa, sehingga anak kehilangan semangat belajarnya. Fokuslah melejitkan apa-apa yang menjadi kelebihannya dan hal hal yang disukai. Sesuatu yang disukai akan mempunyai peluang lebih besar untuk berhasil. Dan keberhasilan akan menjadi penyemangat anak untuk giat belajar.

            Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Ditangannyalah sebuah peradaban baru akan dibangun. Kecerdasan perlu sebuah kesembangan antara kecerdasan kognitif dan kecerdasan akhlaq. Kecerdasan akademis tidak menjamin kesuksesan hidup anak di masa depan. Biarlah anak tumbuh menjadi generasi cerdas sesuai dominasinya serta bimbing agar senantiasa mempunyai akhlaq yang mulia.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*