Pendidikan Anak dan Permasalahannya

Pertemuan Orang Tua Wali Murid dan Guru (POMG) BERSAMA PAUD IT Baitussalam dengan pembicara Ustadz Suhari, Lc dengan tema Pendidikan Anak dan Permasalahannya, Sabtu, 31 Maret 2018

Doa untuk kedua orang tua:

“Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbaayanii shaghiiraa”

Artinya :”Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil”

Pendidikan anak dan permasalahannya, selama ini terjadi salah pengertian dalam memaknai kata “rabbaayanii”  yang diartikan: menyayangi, padahal makna yang benar adalah mendidik (sebagaimana mereka telah mendidik kami).

Pendidik bukan lah semata-mata diartikan sebagai guru dalam sebutan profesi , tapi pendidik adalah semua orang tua yang diberi amanah mendidik putra putrinya. Maka setiap pendidik haruslah memiliki ilmu tentang pendidikan anak dan permasalahannya.

Tahapan mendidik anak menurut usia ala Rosulullah:

  1. 0-7 tahun : masa bermain
  2. 8-15 tahun : mengajari adab
  3. 15-21 tahun : menjadi anak sebagai teman

Tiga mata rantai pendidikan:

  1. Keluarga

Adalah basis pendidikan dasar untuk pendidikan anak

  1. Masyarakat

Adalah pihak yang ikut terlibat dalam proses pendidikan anak. Maka diharapkan masyarakat ikut berperan dalam membentuk

karakter anak melalui kebijakan yang dibuat. Misalnya:

  • Aturan larangan bermain diatas jam sholat magrib
  • Kebijakan takmir untuk mengijinkan anak sholat di Masjid walaupun sambil bermain
  • Materi pertemuan RT/RW diantaranya membahas tentang pendidikan anak dll.
  1. Sekolah
  • Adalah mitra kedua keluarga dalam proses pendidikan anak. Sekolah diharapkan ada kesamaan visi pendidikan dengan keluarga dan sebaliknya.
  • Anak diibaratkan sebagai biji, yang belum waktunya tumbuh tunas dan daun. Maka anak harus tumbuh alami sesuai dengan perkembangannya yaitu dengan banyak bermain.
  • Biji yang baik diperlukan lahan baik untuk menghasilkan tanaman tumbuh menjadi tunas yang baik. Seperti itulah anak-anak, anak yang baik tumbuh dilingkungan yang baik insyaAllah akan tumbuh menjadi anak yang baik, jika anak baik tumbuh dilingkungan yang tidak baik akan tumbuh menjadi anak yang tidak baik.

Tugas orang tua atau guru:

  1. Membekali akhlaq yang baik
  2. Membekali kompetensi (bukan ijazah)
  3. Komunikasi

Yang harus dilakukan orang tua atau guru untuk menumbuhkan ketiga hal diatas, diantaranya adalah dengan memberikan rangsangan dan menciptakan iklim pendidikan yang baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*