POMG

“ KESEHATAN GIGI ANAK “

Pada hari Sabtu, 8 Februari 2020, Agenda KBIT Baitussalam yaitu POMG ( Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru ) dengan materi “ KESEHATAN GIGI ANAK “ yang di sampaikan oleh drg. Cahyani, Sp.KG  . Materi yang disampaikan yakni :

  1. Gigi berlubang pada anak :

Dimulai dengan munculnya whitish lines (garis keputihan)

Menjadi spot coklat dan kekuningan sepanjang gum line (garis gusi)

Jika tidak dirawat maka akan berlanjut menjadi gigi berlubang.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi gigi berlubang:

a. Bakteri

b. Gigi ( kebersihan mulut )

c. Makanan

3. Proses penjalaran gigi berlubang:

a. Belum terasa sakit

b. Sakit tidak bisa makan

c. Perawatan PSAI / Cabut

4. Hentikan kebiasaan buruk:

a. Mengisap ibu jari

b. Mengigit pensil jari

c. Topang dagu

c. Mengigit bibir bawah

d. Minum dengan susu botol

e. Bruxism

5. Proteksi saat bermain :

a. Pemakaian Mouthguard

Jika terjadi trauma:

a. Bawa ke dokter gigi segera

b. Periksa, apakah ada gigi yang lepas

6. Kesehatan gigi anak yang harus di hindari, dan kapan anak di ajak ke dokter gigi dg proteksi saat bermain meliputi :

a. Sikat gigi

b. Minum Air mineral

c. Makanan yang bergizi

d. Mengunjungi dokter gigi

7. Bagaimana agar gigi tetap sehat ?

a. Makanlah makanan yg bergizi ( yang mengandung kalsium tinggi )

b. Makanlah makanan yang berserat

c. Makan buah apel yang dapat melawan bakteri yang ada di dalam mulut

d. Minum air putih yang cukup

e. Lakukan menyikat gigi rutin sebanyak 2 kali dalam sehari, sebaiknya lakukan setelah makan dan sebelum tidur.

 f. Saat menggosok gigi, lakukan dengan gerakan pada bagian atas dan bawah gigi dengan lambat dan lembut.

g. Pilihlah produk pasta gigi yang tidak mengandung fluoride, kandungan ini dapat membantu mencegah kerusakan yang terjadi pada gigi akibat mengonsumsi makanan manis.

h. Gantilah sikat gigi kamu minimal setiap 3 bulan sekali

Kesehatan gigi dan mulut adalah yang paling penting diperhatikan pada anak usia dini. Salah satu faktor resiko terjadinya kompikasi gigi dan mulut adalah kurangnya edukasi tentang perilaku yang dapat mencegah terjadi komplikasi gigi , sehingga selain melakukan pengontrolan secara teratur maka pemeriksaan dan perawatan dan mencegah terjadinya komplikasi khususnya gigi . Kegiatan pemeriksaan, edukasi dan demonstrasi kebersihan gigi dan mulut ini mendapat apresiasi positif. Kegiatan seperti ini hendaknya dilakukan secara rutin minimal enam bulan sekali dengan petugas kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *